5000 manuskrip Aceh dibeli secara diam-diam oleh Malaysia dan sekarang Malaysia sudah membuat pusat manuskrip terbesar di Asia. Koleksinya mayoritas berasal dari Aceh, karena pada abad 15-19 Malaysia sendiri dikendalikan oleh Aceh.
Demikian dikatakan wakil Gubernur Aceh, Muhammad Nazar, disela-sela melaporkan kepada rombongan Komisi X DPR RI tentang perkembangan Aceh dibidang pendidikan, pariwisata, budaya, dan olahraga di Gedung Serba Guna kantor gubernur Aceh, Selasa (26/7).
�Saya memberi masukan ke DPR RI dan pemerintah pusat bahwa kita banyak kecolongan dibidang kebudayaan. Kita di Aceh dibidang kebudayaan dulu merupakan kerajaan terbesar dengan intelektualitas tulis menulis. 5000 manuskrip Aceh dibeli secara ilegal oleh Malaysia, jadi Malaysia sekarang membuat pusat manuskrip terbesar di Asia. Koleksinya banyak karya dari Aceh,�ungkap Nazar.
Di satu pihak Malaysia membeli secara mahal manuskrib-manuskrib itu, sementara pemerintah sendiri kurang membelinya. Biasanya orang Indonesia baru protes setelah diambil orang lain, seperti kejadian batik.
�Saya pikir manuskrip itu lebih penting dari apapun karena ini peradaban, dan banyak sekali kitab-kitab kuno Aceh tentang agama, kesehatan, ilmu perang, bela diri, dan politik diseludupkan ke Malaysia,�tambahnya.
Lanjut Wagub, Ada 600 judul diselundupkan ke Brunei Darussalam. Namun untuk dikembalikan lagi ke Aceh sangat sulit, pasti diperiksa secara ketat di bandara. Apalagi pemerintah kekurangan uang. Kalaupun ada uang, dikirim agen kekampung-kampung, karena manuskrip itu ada di pusat kerajaan dipedalaman. �Saya
kata Nazar, di bidang Arkeologi, Aceh juga masih kurang perhatian, baik dari risetnya maupun promosinya sebagai bagian dari pariwisata di Aceh. Dapat dicontohkan seperti Turki, mereka sukses dalam menjual sejarah mereka. Untuk mengkapitalkan sejarah dan budaya untuk para turis, ini yang belum berhasil dilakukan di Indonesia.
Yang selalu dikampanyekan selama ini hanyalah Bali, seolah-olah pariwisata Indonesia itu hanya di Bali. Ini jadi suatu masalah. Aceh telah mempersiapkan kunjungan pariwisata tahun depan, dan tahun lalu juga sudah dilakukan yaitu Visit Banda Aceh Years 2011, memang dibidang pariwisata di Aceh trennya naik, meskipun belum seperti di Bali.
Nazar juga memberitahukan kepada Komisi X bahwa saat ini di Aceh juga sedang berlangsung Aceh Internasional Festival Folklore. Aceh sendiri yang menjadi tuan rumah ajang yang bergengsi itu padahal kata Wagub, festival itu dibuat dalam kekurangan anggaran, tetapi tetap jalan.
�Ini untuk memperkuat perdamaian di Aceh, bahwa Aceh selalu terbuka untuk cosmopolit dan tidak ada masalah dalam komunikasi dalam kebudayaan,�ujarnya.
Selain itu pemerintah Aceh sedang menghidupkan perpustakaan di masjid-masjid, dan sedang merancang cafe library (warung kopi pustaka). Warung kopi di Aceh meskipun buka Rukun Iman yang ketujuh, tetapi jadi satu tradisi, apabila ada yang larang untuk tutup, akan menimbulkan konflik, dan yang perlu pihaknya lakukan adalah mentransformasikan warung kopi tersebut.
Pelanggan warung kopi sambil minum kopi bisa membaca, �Dan ini harus kita mulai dari warung-warung kopi yang besar dulu,�katanya.
Sumber :The Globe Journal
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Nazar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muhammad Nazar. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 30 Juli 2011
Rabu, 27 Juli 2011
HMI Tolak Pencalonan Muhammad Nazar Sebagai Gubernur Aceh
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Nusantara mendatangi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat di Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu, berunjukrasa menolak rencana pencalonan M Nazar sebagai kandidat dalam Pilgub Aceh periode 2011-2016.Koordinator Aksi Sulaiman mengatakan, kedatangannya dimaksudkan menolak rencana pencalonan M Nazar sebagai bakal calon gubernur Aceh yang diusung Partai Demokrat itu karena ia diduga terlibat korupsi selama periode jabatannya sebagai wakil Gubernur Aceh periode 2006-2011.
Berdasarkan catatan HMI, diduga kandidat itu terlibat dalam kasus korupsi dengan kerugian negara sekitar Rp1,3 miliar - Rp220 miliar, kata Sulaiman.
Pada kesempatan itu, Sulaiman juga menyayangkan ketika mahasiswa hendak melakukan shalat mayat, mendapat larangan dari perwakilan Demokrat.
Menanggapi aksi protes HMI itu, Kepala Rumah Tangga Sekretariat DPP Partai Demokrat (PD) Agung Budiarto menyatakan, partainya masih melakukan pembahasan di internal.
"Kemarin memang ada pertemuan pimpinan PD yang mengagendakan pembahasan pilkada Aceh. Tapi saya tidak tau persis apakah agenda rapat kemarin juga membahas persoalan figur calon yang diusung, termasuk masalah tudingan dugaan praktik korupsi yang dilakukan M Nazar. Sebab saya tidak ikut dalam pertemuan itu," ujar Agung. | Antara
Sumber : The Aceh Traffic
Kamis, 14 Juli 2011
Irwandi Yusuf Undang Muhammad Nazar Makan Malam untuk Lepas Kangen
Gubernur Irwandi Yusuf mengundang Wakil Gubernur Muhammad Nazar makan malam di rumahnya di Lamprit Banda Aceh, Kamis (14/7). Jamuan makan malam itu menjadi ajang temu kangen bagi mereka.
Ini merupakan pertemuan pertama Irwandi dan Nazar setelah mereka sama-sama menyatakan akan menjadi rival pada pemilihan kepala daerah November nanti. Pada pemilihan 2006, pasangan duet ini terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur melalui jalur independen.
Namun, setelah empat setengah tahun memimpin Aceh, Irwandi dan Nazar memilih untuk sama-sama maju sebagai kandidat gubernur. Irwandi maju melalui jalur independen, dan Nazar melalui partai politik. Irwandi dan Nazar jarang tampil berdua ke publik. Isu yang merebak, hubungan dua petinggi Aceh ini retak.
Lantas, apa yang mereka bicarakan selama pertemuan itu? �Makan malam sagai (cuma makan malam),� kata Muhammad Nazar pada acehkita.com melalui pesan pendek, Jumat (15/7) dinihari.
Jamuan makan malam diakui Nazar sebagai ajang melepas kangen antara mereka berdua. Apalagi, kesibukan selama ini membuat mereka jarang bertemu. �Teuma geupeugah le Pak Gub, juga kangen geuh katrep sama-sama sibok, he he (Pak Gubernur bilang, kangen juga karena sudah lama tidak ketemu akibat sama-sama sibuk, he he),� lanjut Nazar.
Nazar juga mengaku membicarakan tentang politik menjelang pilkada. Pada Irwandi, Nazar menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara eksekutif dengan legislatif.
�Terlepas dari perbedaan pandangan politik, semua harus segera dikomunikasikan dengan baik terutama antarpimpinan daerah, muspida, eksekutif, dan legislatif,� kata dia. �Semua proses harus terukur, tidak overdosis dan tidak boleh reaksioner, supaya demokrasi ada manfaatnya untuk perdamaian, pembangunan dan penyelamatan.�
Pertemuan Nazar dan Irwandi itu juga untuk menjamu Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori yang tengah berkunjung ke Aceh. []
Sumber : Aceh Kita
Ini merupakan pertemuan pertama Irwandi dan Nazar setelah mereka sama-sama menyatakan akan menjadi rival pada pemilihan kepala daerah November nanti. Pada pemilihan 2006, pasangan duet ini terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur melalui jalur independen.
Namun, setelah empat setengah tahun memimpin Aceh, Irwandi dan Nazar memilih untuk sama-sama maju sebagai kandidat gubernur. Irwandi maju melalui jalur independen, dan Nazar melalui partai politik. Irwandi dan Nazar jarang tampil berdua ke publik. Isu yang merebak, hubungan dua petinggi Aceh ini retak.
Lantas, apa yang mereka bicarakan selama pertemuan itu? �Makan malam sagai (cuma makan malam),� kata Muhammad Nazar pada acehkita.com melalui pesan pendek, Jumat (15/7) dinihari.
Jamuan makan malam diakui Nazar sebagai ajang melepas kangen antara mereka berdua. Apalagi, kesibukan selama ini membuat mereka jarang bertemu. �Teuma geupeugah le Pak Gub, juga kangen geuh katrep sama-sama sibok, he he (Pak Gubernur bilang, kangen juga karena sudah lama tidak ketemu akibat sama-sama sibuk, he he),� lanjut Nazar.
Nazar juga mengaku membicarakan tentang politik menjelang pilkada. Pada Irwandi, Nazar menekankan pentingnya membangun komunikasi yang baik antara eksekutif dengan legislatif.
�Terlepas dari perbedaan pandangan politik, semua harus segera dikomunikasikan dengan baik terutama antarpimpinan daerah, muspida, eksekutif, dan legislatif,� kata dia. �Semua proses harus terukur, tidak overdosis dan tidak boleh reaksioner, supaya demokrasi ada manfaatnya untuk perdamaian, pembangunan dan penyelamatan.�
Pertemuan Nazar dan Irwandi itu juga untuk menjamu Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori yang tengah berkunjung ke Aceh. []
Sumber : Aceh Kita
Senin, 11 Juli 2011
Irwandi Yusuf : Muhammad Nazar Minta Saya Jangan Maju
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf memastikan �cerai� dengan Wakil Gubernur Muhammad Nazar. Ia memutuskan menggandeng pasangan baru untuk maju kembali sebagai calon gubernur untuk periode kedua lewat jalur independen.

�Nazar pernah minta saya jangan maju lagi dan memberikan dukungan kepadanya untuk naik sebagai Gubernur. Saya bilang, boleh-boleh saja. Tapi kalau saya tidak naik, kamu (Nazar � red) juga akan kalah. Jadi lebih baik saya maju dan hubungan kita tetap dekat,� ujar Irwandi saat ditemui atjehpost.com di Banda Aceh, Kamis (24/2/2011).
Keputusan �cerai� pasangan Irwandi-Nazar bukan tanpa sebab. Isu pecah kongsi pasangan ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan elit politik Aceh. Ketika ditanya kenapa tidak lagi menggandeng Nazar sebagai wakil gubernur, Irwandi mengatakan,�Kami sama-sama memilih untuk maju dalam dua paket, tidak lagi satu paket,� jawabnya sambil tertawa.
Soal pasangan barunya Irwandi mengatakan akan memilih pasangan yang berasal dari daerah pantai Barat dan Selatan Aceh. Alasannya, untuk memenuhi prinsip keadilan. Sebab, selama ini sangat jarang figur dari daerah itu muncul di level pimpinan daerah. �Ini saatnya kita naikkan mereka. Kalau sekarang jadi wakil, ke depan mungkin bisa jadi orang nomor satu di Aceh,� ujarnya.
Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal menjadi pasangan baru Irwandi antara lain T Machsalmina (mantan Bupati Aceh Selatan yang kini Kadis Mobilitas Penduduk), Muhyan Yunan (Kadis BMCK Aceh), Ruslan Abdul Gani (Kepala BPKS), Aminullah Usman (mantan Dirut Bank BPD Aceh), Said Mustafa (tokoh masyarakat Aceh Selatan) dan mantan juru bicara Partai Aceh Linggadinsyah.
Ditanya soal nama-nama itu Irwandi mengatakan semua nama masih berpeluang untuk menjadi pasangannya. Namun, kata dia, kepastian nama pendampingnya akan diumumkan dua hari lagi. �Sengaja saya buat begitu supaya filmnya jadi menarik,� ujar Irwandi sambil tertawa.
Sumber : Yuswardi A. Suud 24022011 - The Atjeh Post

�Nazar pernah minta saya jangan maju lagi dan memberikan dukungan kepadanya untuk naik sebagai Gubernur. Saya bilang, boleh-boleh saja. Tapi kalau saya tidak naik, kamu (Nazar � red) juga akan kalah. Jadi lebih baik saya maju dan hubungan kita tetap dekat,� ujar Irwandi saat ditemui atjehpost.com di Banda Aceh, Kamis (24/2/2011).
Keputusan �cerai� pasangan Irwandi-Nazar bukan tanpa sebab. Isu pecah kongsi pasangan ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan elit politik Aceh. Ketika ditanya kenapa tidak lagi menggandeng Nazar sebagai wakil gubernur, Irwandi mengatakan,�Kami sama-sama memilih untuk maju dalam dua paket, tidak lagi satu paket,� jawabnya sambil tertawa.
Soal pasangan barunya Irwandi mengatakan akan memilih pasangan yang berasal dari daerah pantai Barat dan Selatan Aceh. Alasannya, untuk memenuhi prinsip keadilan. Sebab, selama ini sangat jarang figur dari daerah itu muncul di level pimpinan daerah. �Ini saatnya kita naikkan mereka. Kalau sekarang jadi wakil, ke depan mungkin bisa jadi orang nomor satu di Aceh,� ujarnya.
Sejumlah nama yang disebut-sebut bakal menjadi pasangan baru Irwandi antara lain T Machsalmina (mantan Bupati Aceh Selatan yang kini Kadis Mobilitas Penduduk), Muhyan Yunan (Kadis BMCK Aceh), Ruslan Abdul Gani (Kepala BPKS), Aminullah Usman (mantan Dirut Bank BPD Aceh), Said Mustafa (tokoh masyarakat Aceh Selatan) dan mantan juru bicara Partai Aceh Linggadinsyah.
Ditanya soal nama-nama itu Irwandi mengatakan semua nama masih berpeluang untuk menjadi pasangannya. Namun, kata dia, kepastian nama pendampingnya akan diumumkan dua hari lagi. �Sengaja saya buat begitu supaya filmnya jadi menarik,� ujar Irwandi sambil tertawa.
Sumber : Yuswardi A. Suud 24022011 - The Atjeh Post
Minggu, 10 Juli 2011
116 Lembaga Siap Menangkan Nazar
Deklarasi Dihadiri 500-an Tokoh Aceh
Sedikitnya 116 lembaga yang mewakili masyarakat Aceh menyatakan dukungan terhadap Muhammad Nazar untuk menjadi Calon Gubernur Aceh periode 2012-2017. Mereka siap memenangkan Nazar pada Pemilukada 2011.

Deklarasi dukungan yang dipusatkan di Muhammad Nazar Center (MNC) Batoh Banda Aceh, Minggu (10/7), juga dihadiri lebih dari 500 simpatisan Muhammad Nazar dari berbagai daerah di Aceh. Deklarasi itu ditandai dengan pernyataan dukungan dan penandatanganan dukungan terhadap Nazar di atas spanduk sepanjang 30 meter.
�Kami menyatakan komitmen dan konsistensi untuk mengusung Muhammad Nazar sebagai kandidat gubernur,� kata Fauzi Prima, membacakan isi pernyataan dukungan.
Para pimpinan lembaga itu juga mendukung penuh keputusan Muhammad Nazar maju menjadi kandidat gubernur melalui jalur partai politik. �Ini sesuai dengan cita-citanya yang sangat ideal dalam membangun Aceh ke depan. Kami telah siap berjuang secara damai, demokratis, dan berperadaban untuk memenangkan Muhammad Nazar,� sebut Fauzi.
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif MNC Faisal Ridha mengatakan dukungan yang dideklarasikan itu sama sekali tidak dipersiapkan sebelumnya. �Ini dukungan spontanitas rakyat dan tak terencana,� kata Faisal.
Dikatakannya, meskipun Muhammad Nazar telah menentukan sikap maju melalui partai politik, namun lembaga yang mendukung terus bekerja agar kemenangan Muhammad Nazar dapat terwujud. �Kami jauh-jauh hari telah menyiapkan 460 ribu lembar KTP lebih, dan ini bentuk dukungan sebagian kecil masyarakat Aceh pada Nazar. Apalagi ditambah dukungan lembaga dari berbagai penjuru Aceh, kemenangan Nazar bukanlah sesuatu yang mustahil,� katanya.
Lembaga-lembaga yang menyatakan dukungan terhadap Nazar, di antaranya Pusara Aceh, Baramuda, Najmul Asyi Bireuen, Relawan Seribu Bukit, Raja Rimba, Relawan Putri Pukes, Lembaga Profesional, Forum Sipat, Gari Aceh Utara, Renggali Belangi, Tim Independen, Lembaga Super, Keluarga Besar Abu Habib Rayeuk Nagan, dan Srikandi. Lemabaga-lembaga itu terdiri dari komponen ulama, santri, intelektual kampus, mahasiswa, pemuda pedagang, nelayan, aktivis, Ormas, OKP, paguyuban, organisasi profesi, LSM eks GAM, buruh, kelompok perempuan, aktivis Parpol, dan lain-lain.
Deklarasi dukungan lembaga terhadap Muhammad Nazar rencananya dihadiri oleh Muhammad Nazar, namun hingga pelaksanaan sekitar pukul 15.30 WIB Muhammad Nazar masih berada dalam pesawat dari Jakarta menuju Banda Aceh.
Setiba di Banda Aceh, Muhammad Nazar memberi apresiasi dan berterima kasih kepada yang telah memberi dukungan terhadapnya. Di kesempatan itu, Wagub meminta kepada tim-tim yang telah mendeklarasi mendukungnya tidak melakukan black compaign terhadap kandidat lain yang maju sebagai Cagub Aceh.
Sebaliknya, apabila ada kandidat lain yang menjelekkan dirinya, Nazar mengharapkan kepada timnya agar tetap menghadapinya dengan baik-baik. �Namun kita tidak boleh terima bila diintimidasi. �Kita harus bersama bangun Aceh dengan peradaban politik,� katanya.(bay)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011
Sedikitnya 116 lembaga yang mewakili masyarakat Aceh menyatakan dukungan terhadap Muhammad Nazar untuk menjadi Calon Gubernur Aceh periode 2012-2017. Mereka siap memenangkan Nazar pada Pemilukada 2011.

Pimpinan dari seratusan lembaga dan organisasi masyarakat membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen mendukung dan memenangkan Muhammad Nazar sebagai Gubernur Aceh periode 2012-2917 dalam deklarasi dukungan yang berlangsung di markas Muhammad Nazar Center (MNC), Banda Aceh, Minggu (10/7).(Harian Aceh/Rahmad Kelana)
Deklarasi dukungan yang dipusatkan di Muhammad Nazar Center (MNC) Batoh Banda Aceh, Minggu (10/7), juga dihadiri lebih dari 500 simpatisan Muhammad Nazar dari berbagai daerah di Aceh. Deklarasi itu ditandai dengan pernyataan dukungan dan penandatanganan dukungan terhadap Nazar di atas spanduk sepanjang 30 meter.
�Kami menyatakan komitmen dan konsistensi untuk mengusung Muhammad Nazar sebagai kandidat gubernur,� kata Fauzi Prima, membacakan isi pernyataan dukungan.
Para pimpinan lembaga itu juga mendukung penuh keputusan Muhammad Nazar maju menjadi kandidat gubernur melalui jalur partai politik. �Ini sesuai dengan cita-citanya yang sangat ideal dalam membangun Aceh ke depan. Kami telah siap berjuang secara damai, demokratis, dan berperadaban untuk memenangkan Muhammad Nazar,� sebut Fauzi.
Sementara itu, Ketua Dewan Eksekutif MNC Faisal Ridha mengatakan dukungan yang dideklarasikan itu sama sekali tidak dipersiapkan sebelumnya. �Ini dukungan spontanitas rakyat dan tak terencana,� kata Faisal.
Dikatakannya, meskipun Muhammad Nazar telah menentukan sikap maju melalui partai politik, namun lembaga yang mendukung terus bekerja agar kemenangan Muhammad Nazar dapat terwujud. �Kami jauh-jauh hari telah menyiapkan 460 ribu lembar KTP lebih, dan ini bentuk dukungan sebagian kecil masyarakat Aceh pada Nazar. Apalagi ditambah dukungan lembaga dari berbagai penjuru Aceh, kemenangan Nazar bukanlah sesuatu yang mustahil,� katanya.
Lembaga-lembaga yang menyatakan dukungan terhadap Nazar, di antaranya Pusara Aceh, Baramuda, Najmul Asyi Bireuen, Relawan Seribu Bukit, Raja Rimba, Relawan Putri Pukes, Lembaga Profesional, Forum Sipat, Gari Aceh Utara, Renggali Belangi, Tim Independen, Lembaga Super, Keluarga Besar Abu Habib Rayeuk Nagan, dan Srikandi. Lemabaga-lembaga itu terdiri dari komponen ulama, santri, intelektual kampus, mahasiswa, pemuda pedagang, nelayan, aktivis, Ormas, OKP, paguyuban, organisasi profesi, LSM eks GAM, buruh, kelompok perempuan, aktivis Parpol, dan lain-lain.
Deklarasi dukungan lembaga terhadap Muhammad Nazar rencananya dihadiri oleh Muhammad Nazar, namun hingga pelaksanaan sekitar pukul 15.30 WIB Muhammad Nazar masih berada dalam pesawat dari Jakarta menuju Banda Aceh.
Setiba di Banda Aceh, Muhammad Nazar memberi apresiasi dan berterima kasih kepada yang telah memberi dukungan terhadapnya. Di kesempatan itu, Wagub meminta kepada tim-tim yang telah mendeklarasi mendukungnya tidak melakukan black compaign terhadap kandidat lain yang maju sebagai Cagub Aceh.
Sebaliknya, apabila ada kandidat lain yang menjelekkan dirinya, Nazar mengharapkan kepada timnya agar tetap menghadapinya dengan baik-baik. �Namun kita tidak boleh terima bila diintimidasi. �Kita harus bersama bangun Aceh dengan peradaban politik,� katanya.(bay)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011
Muhammad Nazar Serukan Peradaban Politik
Muhammad Nazar yang mendapat dukungan maju sebagai Calon Gubernur Aceh pada Pemilukada 2011 mengajak seluruh elemen masyarakat membangun peradaban politik dan bukan pertentangan politik yang tidak sehat.

Muhammad Nazar mengatakan peradaban politik yang baik dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam suasana damai merujuk pada kesepakatan (MoU) yang ditandatangani 15 Agustus 2005 di Helsinki. �Kita harus membangun peradaban politik, bukan pertentangan politik yang tidak sehat. Kita bangun politik menjadi peradaban yang menyelamatkan, mendamaikan dan menyejahterakan masyarakat di segala bidang,� katanya pada deklarasi dan penandatanganan dukungan rakyat terhadap pencalonan dirinya sebagai Gubernur Aceh periode 2012-2017 yang dihadiri tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Aceh.
Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry itu mengatakan, Aceh dengan segala masalah dan kekhususannya harus dibangun bersama, termasuk membangun hubungan yang harmonis antara Pemerintah Pusat dan Daerah, eksekutif dan legislatif, muspida, dan rakyat, serta rakyat dengan pimpinan.
Atas dasar itulah, lanjut Nazar, dirinya menyatakan maju sebagai calon Gubernur melalui jalur partai politik. Sebelumnya, pada 2006, Muhammad Nazar berpasangan dengan Irwandi Yusuf dan terpilih menjadi Wakil Gubernur melalui jalur independen.
Ketua DPP Korps Alumni IAIN Ar-Raniry (Koniry) itu mengatakhttp://www.blogger.com/img/blank.gifan, Aceh perlu dibangun bersama bagi kesejahteraan rakyat. Dengan kebersamaan melaksanakan berbagai program pembangunan Aceh yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) melimpah, akan bisa ditingkatkan kesejahteraan rakyat.
Deklarasi tersebut dihadiri lebih 116 lembaga yang menyatakan mendukung dan siap bergabung dalam tim pemenangan Cagub Muhammad Nazar pada Pemilukada yang rencana dilaksanakan sekitar November 2011.
Sejauh ini, Muhammad Nazar belum menyebutkan calon Wakil Gubernur dan partai apa yang mengusungnya pada Pemilukada 2011. Namun, beberapa partai politik disebut-sebut sudah sepakat untuk mendukungnya.(ant)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011

Muhammad Nazar mengatakan peradaban politik yang baik dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat dalam suasana damai merujuk pada kesepakatan (MoU) yang ditandatangani 15 Agustus 2005 di Helsinki. �Kita harus membangun peradaban politik, bukan pertentangan politik yang tidak sehat. Kita bangun politik menjadi peradaban yang menyelamatkan, mendamaikan dan menyejahterakan masyarakat di segala bidang,� katanya pada deklarasi dan penandatanganan dukungan rakyat terhadap pencalonan dirinya sebagai Gubernur Aceh periode 2012-2017 yang dihadiri tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Aceh.
Alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry itu mengatakan, Aceh dengan segala masalah dan kekhususannya harus dibangun bersama, termasuk membangun hubungan yang harmonis antara Pemerintah Pusat dan Daerah, eksekutif dan legislatif, muspida, dan rakyat, serta rakyat dengan pimpinan.
Atas dasar itulah, lanjut Nazar, dirinya menyatakan maju sebagai calon Gubernur melalui jalur partai politik. Sebelumnya, pada 2006, Muhammad Nazar berpasangan dengan Irwandi Yusuf dan terpilih menjadi Wakil Gubernur melalui jalur independen.
Ketua DPP Korps Alumni IAIN Ar-Raniry (Koniry) itu mengatakhttp://www.blogger.com/img/blank.gifan, Aceh perlu dibangun bersama bagi kesejahteraan rakyat. Dengan kebersamaan melaksanakan berbagai program pembangunan Aceh yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) melimpah, akan bisa ditingkatkan kesejahteraan rakyat.
Deklarasi tersebut dihadiri lebih 116 lembaga yang menyatakan mendukung dan siap bergabung dalam tim pemenangan Cagub Muhammad Nazar pada Pemilukada yang rencana dilaksanakan sekitar November 2011.
Sejauh ini, Muhammad Nazar belum menyebutkan calon Wakil Gubernur dan partai apa yang mengusungnya pada Pemilukada 2011. Namun, beberapa partai politik disebut-sebut sudah sepakat untuk mendukungnya.(ant)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011
Muhammad Nazar hari ini mendapat deklarasi dukungan 80 organisasi se-Aceh
Puluhan organisasi kepemudaan, kemasyarakatan, tokoh ulama, dan akademisi, Minggu (10/7) pagi ini, akan mendeklarasikan diri untuk mendukung Muhammad Nazar sebagai Calon Gubernur Aceh periode mendatang. Sementara itu, Partai Golkar Aceh akan mengumumkan bakal calon gubernur yang diusungnya pada Rabu (31/7) lusa.

�Sekitar 80 organisasi massa, akademisi, tokoh agama, dan berbagai elemen sipil sudah berkoordinasi dengan kami. Mereka akan mendeklarasikan diri mendukung Wakil Gubernur Muhammad Nazar untuk dicalonkan menjadi gubernur dalam Pemilukada 2011,� kata Banta Syahrizal, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Muhammad Nazar Center (MMC), Sabtu (9/7).
Menurutnya, aksi itu sebagai bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap Muhammad Nazar untuk maju sebagai Cagub Aceh. �Massa rencananya akan berkumpul di MMC Banda Aceh serta akan konvoi keliling kota,� katanya.
Organisasi-organisasi tersebut, kata Banta, sudah sepakat mendukung Muhammad Nazar maju melalui partai politik, baik laokal maupun nasional. �Ini semata-mata untuk penyatuan cara pandang dan jaringan dalam membangun Aceh ke depan,� katanya.
Partai Golkar
Sementara itu, Partai Golkar akan mengumumkan calon gubernur yang dimajukan dalam Pemilukada 2011 pada Rabu (13/7) atau dua hari setelah pengurus Golkar Aceh bertemu Ketua Golkar Aburizal Bakrie.
�Senin lusa, unsur pimpinan Golkar Aceh akan bertemu dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie untuk menyampaikan perkembangan politik Aceh terakhir. Jika semua lancar, rencananya Rabu nanti akan diumumkan pasangan calon yang didukung Golkar,� ujar Hendra Budian, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, sebagaimana dilansir The Atjeh Post, Sabtu (9/7).
Menurut Hendra, sejauh ini Golkar belum menentukan siapa yang akan dimajukan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Apalagi, kata dia, Golkar tidak memenuhi kuota di parlemen untuk memajukan calon sendiri. �Artinya harus menggandeng partai lain dan tentu saja ada konsensus politik yang harus disepakati bersama. Untuk mitra koalisi itu kewenangannya ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat Golkar,� ujar Hendra.
Terkait pertemuan Wagub Nazar dengan Aburizal Bakrie dua hari lalu, Hendra mengatakan Golkar memang berkomitmen untuk membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh politik pemenang survei di Aceh. �Dalam survei kedua yang dilakukan Golkar, Nazar memang menempati urutan kedua, posisi teratas Gubernur Irwandi. Namun, karena Irwandi maju lewat calon perseorangan, otomatis Golkar berkomunikasi dengan Nazar,� kata Hendra.
Meski menurut Hendra, Golkar belum menentukan calon, namun sebenarnya sinyal Golkar akan menggandeng Nazar cukup terang-benderang. Seperti diketahui, Nazar sendiri sudah menyatakan kepincut berpasangan dengan Bupati Aceh Tengah Nasrudin yang juga Ketua Golkar Aceh Tengah. Di sisi lain, nama Nasrudin tidak masuk dalam daftar calon bupati yang diumumkan Golkar beberapa waktu lalu.
�Itu sebuah sinyal politik. Soal mitra koalisi, kalaupun misalnya Golkar tidak mencapai kata sepakat dengan koalisi partai nasional seperti Demokrat, PAN dan PKS, jangan lupa bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menyatakan mendukung Nazar. Artinya, Golkar dan PPP saja sudah cukup kuota untuk memajukan pasangan Nazar dan Nasrudin,� ujar seorang sumber.(mrd/apc)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011

�Sekitar 80 organisasi massa, akademisi, tokoh agama, dan berbagai elemen sipil sudah berkoordinasi dengan kami. Mereka akan mendeklarasikan diri mendukung Wakil Gubernur Muhammad Nazar untuk dicalonkan menjadi gubernur dalam Pemilukada 2011,� kata Banta Syahrizal, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Muhammad Nazar Center (MMC), Sabtu (9/7).
Menurutnya, aksi itu sebagai bentuk nyata dukungan masyarakat terhadap Muhammad Nazar untuk maju sebagai Cagub Aceh. �Massa rencananya akan berkumpul di MMC Banda Aceh serta akan konvoi keliling kota,� katanya.
Organisasi-organisasi tersebut, kata Banta, sudah sepakat mendukung Muhammad Nazar maju melalui partai politik, baik laokal maupun nasional. �Ini semata-mata untuk penyatuan cara pandang dan jaringan dalam membangun Aceh ke depan,� katanya.
Partai Golkar
Sementara itu, Partai Golkar akan mengumumkan calon gubernur yang dimajukan dalam Pemilukada 2011 pada Rabu (13/7) atau dua hari setelah pengurus Golkar Aceh bertemu Ketua Golkar Aburizal Bakrie.
�Senin lusa, unsur pimpinan Golkar Aceh akan bertemu dengan Ketua Umum Aburizal Bakrie untuk menyampaikan perkembangan politik Aceh terakhir. Jika semua lancar, rencananya Rabu nanti akan diumumkan pasangan calon yang didukung Golkar,� ujar Hendra Budian, Sekretaris Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Golkar, sebagaimana dilansir The Atjeh Post, Sabtu (9/7).
Menurut Hendra, sejauh ini Golkar belum menentukan siapa yang akan dimajukan sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Apalagi, kata dia, Golkar tidak memenuhi kuota di parlemen untuk memajukan calon sendiri. �Artinya harus menggandeng partai lain dan tentu saja ada konsensus politik yang harus disepakati bersama. Untuk mitra koalisi itu kewenangannya ada di tangan Dewan Pimpinan Pusat Golkar,� ujar Hendra.
Terkait pertemuan Wagub Nazar dengan Aburizal Bakrie dua hari lalu, Hendra mengatakan Golkar memang berkomitmen untuk membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh politik pemenang survei di Aceh. �Dalam survei kedua yang dilakukan Golkar, Nazar memang menempati urutan kedua, posisi teratas Gubernur Irwandi. Namun, karena Irwandi maju lewat calon perseorangan, otomatis Golkar berkomunikasi dengan Nazar,� kata Hendra.
Meski menurut Hendra, Golkar belum menentukan calon, namun sebenarnya sinyal Golkar akan menggandeng Nazar cukup terang-benderang. Seperti diketahui, Nazar sendiri sudah menyatakan kepincut berpasangan dengan Bupati Aceh Tengah Nasrudin yang juga Ketua Golkar Aceh Tengah. Di sisi lain, nama Nasrudin tidak masuk dalam daftar calon bupati yang diumumkan Golkar beberapa waktu lalu.
�Itu sebuah sinyal politik. Soal mitra koalisi, kalaupun misalnya Golkar tidak mencapai kata sepakat dengan koalisi partai nasional seperti Demokrat, PAN dan PKS, jangan lupa bahwa Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sudah menyatakan mendukung Nazar. Artinya, Golkar dan PPP saja sudah cukup kuota untuk memajukan pasangan Nazar dan Nasrudin,� ujar seorang sumber.(mrd/apc)
Sumber : Harian Aceh 10 Juli 2011
Rabu, 06 Juli 2011
Muhammad Nazar Calon Gubernur Aceh Paling Disukai
LPN menempatkan Nazar sebagai bakal calon gubernur yang paling disukai dengan memperoleh 38,84 persen dari total 345 pemberi informasi (responden), sementara itu hasil survei Puskaptis juga menempatkan Nazar sebagai bakal calon yang paling disukai dengan memperoleh 42 persen suara dari 1.800 responden.
�Nazar adalah figur yang berpengalaman, dia punya kemampuan dalam menjalankan pemerintahan, selain itu dia juga seorang figur organisatoris yang mampu menggerakkan simpul berbagai stakeholder,� kata Direktur Eksekutif Puskaptis Husin Yazid kepada matanews.com di Sahid Hotel Jakarta, Kamis, 23 Juni 2011.
Husin melanjutkan, Nazar dalam pandangan masyarakat Aceh adalah figur yang memahami berbagai persoalan di Aceh dan juga seorang problem solver dalam berbagai kasus yang terjadi di Aceh. �Contohnya menurut pandangan masyarakat Aceh, Nazar berhasil menyelesaikan kasus Semen Andalas dan juga bertindak sebagai pelobi dalam menetapkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pelabuhan bebas Sabang,� kata Husin.
Husin yang memaparkan hasil surveinya terhadap persepsi dan perilaku masyarakat NAD terhadap pemilihan gubernur 2011, mengungkapkan alasan lain masyarakat Aceh menyukai Nazar adalah karena dia seorang tokoh yang dianggap sangat menguasai bidang agama, ekonomi, politik dan budaya. Hal lain yang juga tidak dapat dilupakan adalah Nazar tokoh inspiratif dan programmer yang banyak ide dalam pembangunan di NAD.
Sementara itu pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli berpendapat masyarakat Aceh memahami bahwa Aceh masa lalu sudah berlalu, sementara itu ada harapan untuk membangun Aceh di masa depan dengan pemimpin yang mereka harapkan.
�Harapan masyarakat Aceh adalah pemilihan gubernur menghasilkan kesejahteraan bagi mereka,� kata Lili. (war/mut)
Sumber : Mata News
Muhammad Nazar, S.Ag. - Wakil Gubernur ( 2007-2012 )
Muhammad Nazar, S.Ag. (lahir di Ulim-Pidie, Nanggroe Aceh Darussalam, 1 Juli 1973; umur 38 tahun) adalah Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam saat ini. Ia terpilih lewat Pilkada NAD 2006 dari calon independen (non-partai) yang berpasangan dengan Irwandi Yusuf. Periode jabatannya pada 2007-2012.

Muhammad Nazar menempuh pendidikan di IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh (1997) dan Program non-gelar Sarjana Purna Ulama IAIN Ar-Raniry (1998). Periode 1997-1999, ia tampil sebagai Staf Pengajar dan Staf Keuangan Lembaga Bahasa dan Pengembangan Tenaga Pengajar IAIN Ar-Raniry. Pada 1998-1999, ia mendirhttp://www.blogger.com/img/blank.gifikan dan mengurus Angkatan Intelektual Muda Darussalam. Pada tahun 1998, ia menjabat Ketua I Dewan Pimpinan Wilayah Aceh Pemuda Bulan Bintang dan Pengurus Dewan Presidium Fokus Gampi (1999-2000). Ia juga menjabat Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (1999).
Ia masuk penjara gara-gara memobilisasi ratusan ribu orang Aceh menuntut referendum pada 8 November 1999. Dia bebas pada 2002 ketika darurat militer Aceh digelar. Sebagai tahanan politik, pada 31 Agustus 2005, ia bebas. Ini merupakan buah dari implementasi perjanjian Helsinki. Bersama pasangan calon gubernur, ia memperoleh nomor urut 6. Nomor ini kemudian menghiasi poster-poster bergambar wajah kedua calon yang independen ini.
Sumber : Wikipedia.org

Muhammad Nazar menempuh pendidikan di IAIN Ar-Raniry Darussalam Banda Aceh (1997) dan Program non-gelar Sarjana Purna Ulama IAIN Ar-Raniry (1998). Periode 1997-1999, ia tampil sebagai Staf Pengajar dan Staf Keuangan Lembaga Bahasa dan Pengembangan Tenaga Pengajar IAIN Ar-Raniry. Pada 1998-1999, ia mendirhttp://www.blogger.com/img/blank.gifikan dan mengurus Angkatan Intelektual Muda Darussalam. Pada tahun 1998, ia menjabat Ketua I Dewan Pimpinan Wilayah Aceh Pemuda Bulan Bintang dan Pengurus Dewan Presidium Fokus Gampi (1999-2000). Ia juga menjabat Ketua Dewan Presidium Sentral Informasi Referendum Aceh (1999).
Ia masuk penjara gara-gara memobilisasi ratusan ribu orang Aceh menuntut referendum pada 8 November 1999. Dia bebas pada 2002 ketika darurat militer Aceh digelar. Sebagai tahanan politik, pada 31 Agustus 2005, ia bebas. Ini merupakan buah dari implementasi perjanjian Helsinki. Bersama pasangan calon gubernur, ia memperoleh nomor urut 6. Nomor ini kemudian menghiasi poster-poster bergambar wajah kedua calon yang independen ini.
Sumber : Wikipedia.org
Langganan:
Postingan (Atom)
